Beranda Daerah Tanggamus Dua Spesialis Jambret di Kotaagung Babak Belur Dihakimi Warga

Dua Spesialis Jambret di Kotaagung Babak Belur Dihakimi Warga

5172
0
BERBAGI
Dua jambret yang babak belur dihakimi warga saat diamankan di Mapolsek Kotaagung. Foto: Ist

Portallampung.co – Belum sempat menikmati hasil kejahatannya, dua pelaku spesialis jambret terpaksa harus menerima hantaman bogem mentah dari warga lantaran pelariannya terhenti sesaat setelah sepeda motor yang dipakai pelaku menabrak salah seorang pengendara roda dua yang bernama Simon Petrus warga Kelurahan Pasar Madang yang secara kebetulan melintas.

Tak butuh waktu lama, wajah duo pelaku jambret yang memang selama ini meresahkan para pengguna jalan lintas barat (Jalinbar) Ir. Hi. Juanda Kota Agung berubah tak beraturan alis babak belur dan sempat menjadi bulan-bulanan warga Kelurahan Kuripan yang memang masih halulalang melintas.

Aksi main hakim itu terhenti setelah anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Agung tiba di lokasi dan membawa pelaku ke mapolsek setempat untuk diamankan dari amukan warga yang semakin mengganas.

Kapolsek Kota Agung AKP Syafri Lubis mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili menjelaskan, kedua tersangka tindak pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut bernama Heri Aprizon (21) dan TH (17) warga Pekon Bandar Kejadian, Kecamatan Wonosobo.

Kejadiannya berada di jalinbar Kota Agung tepat didepan taman kota, Minggu (9/4) sekitar pukul 20.30 Wib. Menurut pengakuan tersangka, keduannya sudah tiga kali melakukan aksi kejahatannya dengan merampas harta benda dengan prioritas telpon genggam.

Namun sayang, aksi ke empatnya ini gagal lantaran kuda besi merk Suzuki jenis Satria FU dengan nomor polisi (nopol) B 6850 TLQ yang ditunggangi oleh tersangka menabrak pengendara sepeda motor lain yang secara kebetulan melintas dan boom peristiwa tabrakan pun terjadi.

Tersangka Heri yang tersungkur langsung ditangkap warga dan mendapat hantaman bertubi-tubi, sementara TH sempat melarikan diri dan akhirnya diketemukan dibawah tower telekomunikasi yang berada diseputaran Kelurahan Baros.

“Kedua tersangka sudah kita amankan untuk penyelidikan lebih lanjut. Dan kondisinya babak belur lantaran dihajar oleh massa. Kemudian kedua tersangka diamankan dari amukan warga yang memang masih banyak beraktifitas diseputaran lokasi kejadian, ya termasuk pengguna jalan lainnya yang kebetulan lewat juga ikut menghajarnya. Tapi untung kita cepat amankan,” kata Kapolsek, Senin (10/4).

AKP Syafri Lubis mengatakan, berdasarkan pengakuan korban AV (16) warga kelurahan Pasar Madang, tak ada firasat apapun, seperti sedang diikuti atau diawasi. Kejadian itu begitu cepat, kedua tersangka langsung memepet motor korban dan TH yang berada pada posisi dibelakang (dibonceng) mengambil sebuah smartphone merk Advan S5 dari dashboard motor Yamaha Xeon yang korban kendarai. Spontan korban berteriak jambret.

“Tersangka langsung dikejar, dan korban mendapatinya sudah tersungkur dan dihajar massa. Hp korban tidak ditemukan dari tangan tersangka, kemungkinan terjatuh dan terpental saat peristiwa tabrakan yang dialami oleh tersangka. Korban menderita kerugian senilai Rp1,5 juta lantaran telpon pintar milik korban hilang,” ujarnya.

Selain tersangka, diamankan juga sepeda motor milik tersangka. Saat ini, tersangka dalam pemeriksaan Polsek Kota Agung. Pasal yang dikenakan terhadap dua tersangka jambret ini yakni pasal 365 KUHPidana tentang curas, dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun.

“Untuk tersangka di bawah umur, masih dalam pertimbangan Undang undang perlindungan anak. Sementara untuk korban yang tertabrak masih menjalani perawatan medis,”pungkasnya.

Tinggalkan Komentar