Beranda Ekososbud Lampung Timur Masuk dalam Sasaran Revitalisasi Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan

Lampung Timur Masuk dalam Sasaran Revitalisasi Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan

174
0
BERBAGI
Ilustrasi

Portallampung.co – Tahun ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan produksi budidaya perikanan sebanyak 22,46 juta ton atau naik 3 juta ton dari target produksi 2016 sebanyak 19,46 juta ton.

Guna mencapai target produksi ini, salah satu hal yang menjadi fokus adalah revitalisasi kawasan perikanan budidaya, khususnya kawasan-kawasan tambak yang kualitas lingkungannya terus menurun sehingga memicu munculnya hama dan penyakit ikan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto mengatakan, hal ini menjadi tantangan terbesar pengembangan budidaya ikan/udang saat ini. Kejadian ini menurutnya dipicu oleh kondisi infrastruktur tambak yang buruk dan penataan kawasan budidaya yang tidak mengedepankan prinsip-prinsip berkelanjutan.

“Kondisi infrastruktur lahan budidaya, khsususnya tambak tradisional yang kurang tertata dengan baik telah secara langsung menurunkan tingkat produktivitas budidaya,” katanya, Jumat (14/4/2017).

Oleh karena itu, guna mengatasi masalah ini KKP fokus menjalin kerjasama dengan pihak terkait dalam mendorong penataan kawasan perikanan budidaya yaitu melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang secara langsung berdampak pada peningkatan produktivitas budidaya.

Data KKP menunjukkan, potensi indikatif lahan budidaya air payau di Indonesia mencapai 2,9 juta ha dengan total pemanfaatan hingga tahun 2015 mencapai 715.846 ha atau baru sekitar 24,14%. Dari data luas lahan yang dimanfaatkan tersebut, tambak tradisional masih mendominasi dengan tingkat pemanfaatan lebih dari 60% dari total lahan termanfaatkan.

“Tambak-tambak tradisional inilah yang butuh penataan karena cenderung memiliki infrastruktur buruk dan tata letak yang tidak beraturan. Melalui penataan kawasan budidaya yang berbasis klaster, akan memungkinkan pengelolaan dan penerapan biosecurity dengan mudah,” ucap Slamet.

Salah satu program prioritas KKP tahun 2017 yaitu revitalisasi kawasan perikanan budidaya melalui rehabilitasi saluran irigasi tersier untuk tambak udang Vannamei dan kolam udang Galah. Program ini bertujuan untuk mendukung beroperasinya sistem produksi perikanan budidaya khususnya udang yang menerapkan teknologi budidaya ikan yang maju, efisien, efektif dan berkelanjutan.

Revitalisasi kawasan perikanan budidaya tahun ini akan difokuskan di 12 kabupaten, yaitu untuk rehabilitasi saluran irigasi tersier tambak udang Vannamei akan dilakukan di Kabupaten Mamuju Utara, Lampung Timur, dan Kolaka. Sedangkan udang windu di Kutai Kartanegara, Pangandaran, dan Kota Tarakan.

Untuk program silvofishery (polikulture udang windu, bandeng dan rumput laut) di Bekasi. Sedangkan untuk kolam Udang Galah akan dilakukan Kabupaten Pangandaran, Garut, Banjar, Ciamis, Subang, dan Kabupaten Tasikmalaya.

“Dengan revitalisasi kawasan perikanan budidaya ini diharapkan akan meningkatkan produktivitas budidaya sehingga mampu menggenjot produksi dan tentunya pendapatan masyarakat pembudidaya,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar