Beranda Daerah Kota Metro FT UBL Implementasikan Work-Based Contextual Learning di Kota Metro

FT UBL Implementasikan Work-Based Contextual Learning di Kota Metro

36
0
BERBAGI
Dosen FT UBL beserta mahasiswa arsitektur UBL foto bersama usai beraudiensi dengan Pemkot Metro. Foto: Ist

Portallampung.co – Program Studi (Prodi) Arsitektur FT Universitas Bandar Lampung (UBL) melakukan penelitian dan perancangan destinasi wisata keluarga, bersama Pemerintah Kota Meto, sebagai bentuk Work-based Contextual Learning.

Terlihat dari keterlibatan diskusi dan sharingnya Dekan FT Dr. Eng. Fritz Akhmad Nuzir, ST, MA bersama para mahasiswa Arsitektur, yang didominasi mahasiswa tugas akhir, bersama Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Metro, Ir. Yeri Ehwan MT.

“Kerjasama ini, juga menindaklanjuti proses tugas akhir para mahasiswa kami (Prodi Arsitektur UBL). Keterlibatan kami sebagai bentuk jawaban dari pertanyaan dan permintaan beliau di salah satu kesempatan,”ujar Fritz.

Dalam waktu yang sama, Dekan FT dan sivitas akademika Prodi Arsitektur UBL bersama Kadisporapar beserta jajarannya membicarakan beberapa topik berkaitan tentang penataan dan pengembangan potensi-potensi beberapa ruang terbuka di Kota Metro.

“Seperti Taman Merdeka, Lapangan Samber, Bumi Perkemahan, Dam Raman, dan sebagainya, dalam rangka meningkatkan value wisatanya tentu tanpa mengorbankan kaidah alami lingkungannya. Termasuk, beberapa permasalahan seperti transportasi, parkir, dan keberadaan PKL menjadi tantangan-tantangan khusus dalam desain ruang kota di masa kini dan masa depan,”paparnya.

Sementara itu, Kadisporapar Metro, Yeri Ehwan mengharapkan dari kegiatan bersama Prodi FT UBL, terbentuk kesinergitasan antara Pemerintah dengan akademisi kampus dalam menciptakan terobosan di kawasan publik di Kota Metro.

Kedepan, Yeri Ehwan berharap ada efek pada berbagai kebijakan Pemkot, untuk mendongkrak investor masuk ke Bumi Sai Wawai, serta mendukung terwujudnya visi dan misi Kota Metro, sebagai Kota Pendidikan dan Wisata Keluarga di Provinsi Lampung. Dengan salah satunya targetnya Lapangan Samber, yang di rencanakan akan dibangun panggung kesenian, berstandar nasional.

“Di sini (Kota Metro) potensi wisata alamnya memang terbatas, sehingga kita perlu menciptakan wisata buatan yang bervariasi, dan pembangunan panggung ini juga untuk memecah keramaian di Taman Merdeka, sehingga lokasi wisata di Pusat Kota tidak terfokus di satu tempat saja”, tukas Yeri.

Tinggalkan Komentar