Beranda Daerah BPKAD Tanggamus Belajar Transaksi Non Tunai ke Metro

BPKAD Tanggamus Belajar Transaksi Non Tunai ke Metro

Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tanggamus bersama sejumlah OPD Pemkab Tanggamus melakukan kunjungan studi banding ke BPKAD Kota Metro, terkait Implementasi Transaksi Non Tunai (ITNT) dilingkup pekab setempat, Selasa (15/5/2018). (Foto:Ist)
Portallampung.co- Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tanggamus bersama sejumlah OPD Pemkab Tanggamus melakukan kunjungan studi banding ke BPKAD Kota Metro, terkait Implementasi Transaksi Non Tunai (ITNT) dilingkup pekab setempat, Selasa (15/5/2018)

Pelaksanaan kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Mendagri Nomor 910/1867/ SJ/2017 Tentang Implementasi Transaksi Non Tunai pada Pemerintah Daerah, yang harus dilaksanakan di Pemerintahan Kabupaten Tanggamus.

Rombongan dari Pemkab Tanggamus dipimpin oleh Kepala BPKAD Hilman Yoscar, didampingi Kabid Perbendaharaan Yasmiransyah, Kabid Akuntansi Ria Veranida, juga Kabid Humas Derius Putrawan serta sejumlah Kasubag Keuangan dan Bendahara OPD Pemkab Tanggamus.

Rombongan diterima langsung oleh Kepala BPKAD Kota Metro M. Supriadi didampingi Sekretaris Zulfikri serta jajaran pejabat administrator dan pengawas BPKAD Kota Metro.

Kepala BPKAD Tanggamus, Hilman Yoscar, menyampaikan bahwa alasan dipilihnya Kota Metro, karena Kota Metro sudah lebih dahulu melaksanakan transaksi non tunai.”Saya berharap melalui studi banding ini, akan memberikan pengetahuan dan pengalaman langsung kepada pihaknya dan jajaran OPD dalam pelaksanaan transaksi non tunai di Kabupaten Tanggamus.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan diskusi dan tanya jawab di ruang rapat BPKAD Kota Metro. Supriadi menyambut gembira kehadiran rombongan dari Kabupaten Tanggamus dan siap berbagi pengalaman dengan Pemkab Tanggamus terkait pelaksanaan implementasi transaksi non tunai di Kota Metro.

“Kami tentunya menyambut gembira kunjungan ini, namun bisa dikatakan ini bukan studi banding, tetapi kita ngobrol ngobrol dan diskusi saja. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita semua dalam pelaksanaan transaksi non tunai,” kata Supriadi.

Dalam diskusi tersebut diketahui bahwa Pemkot Metro telah menerapkan transaksi non tunai terhadap jumlah belanja yang nilainya lebih besar dari 500 ribu rupiah.”Jadi jika jumlah belanja lebih dari Rp50O ribu rupiah, harus melalui rekening bank,” terang Supriadi.

Selanjutnya dilakukan juga tanya jawab dan diskusi antara rombongan Pemkab Tanggamus dengan BPKAD Kota Metro.

Diakhir kegiatan Hilman menyampaikan terima kasih kepda jajaran BPKAD Kota Metro, atas dilaksanakannya kegiatan tersebut. “Terima kasih kepada BPKAD Kota Metro yang telah menerima kami, untuk sharing dan diskusi terkait transaksi non tunai ini. Semoga melalui kegiatan ini akan mempermudah kami dalam melaksanakan transaksi non tunai di Kabupaten Tanggamus,” katanya.

“Selain itu saya juga berharap melalui kegiatan ini seluruh perwakilan OPD dapat lebih memahami pelaksanaan transaksi non tunai, sampai saatnya nanti dilaksanakan di Kabupaten Tanggamus,” tutupnya.

Penulis: Rusdi

 

Tinggalkan Komentar