Beranda Daerah Polres Way Kanan Dinilai Lamban, Korban Penganiayaan akan Lapor ke Propam Polda

Polres Way Kanan Dinilai Lamban, Korban Penganiayaan akan Lapor ke Propam Polda

26
0
BERBAGI
Foto: Bukti Laporan Korban.

Portallampung.co- Polres Way Kanan dinilai lamban dalam menangani kasus penganiayaan yang dilakukan oknum Kepala Kampung (Kakam) Kampung Kota Jawa, Kecamatan Negara Bati berinisial MCS terhadap Junaidi.

“Kasus tersebut sudah hampir terhitung 2 (dua) bulan dari proses laporan sampai saat ini, proses laporan tersebut belum mendapat tindakan, bahkan semua saksi dari pihak korban sudah diperiksa, namun kok sampai saat ini dari pihak terlapor yang melakukan penganiyayaan belum mendapat tindakan sedangkan kasus tersebut sudah berlangsung lama,” ujar Junaidi pada Portallampung.co di rumahnya, Senin (4/6/2018) lalu.

Junaidi menambahkan, jika apa bila kasus tersebut tidak ada tindak tegas dari pihak kepolisian Polres Way Kanan. Maka saya selaku korban akan melaporkan kasus tersebut ke Kapolda dan Propam Polda Lampung,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, Junaidi (30), warga Kampung Negara Batin, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan, Lampung diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oknum Kepala Kampung berinisial MCS.

Kejadian bermula saat dirinya (Junaidi-red) dituduh telah melakukan pencurian yang tidak pernah dilakukannya.

“Penganiayaan terjadi di Kampung Kota Jawa, Kecamatan Negara Batin, Minggu (15/4/2018) Sekira Pukul 19.30 WIB. Saat itu saya di telepon mandor PT PSMI, Koriwansyah yang mengatakan ditunggu Kakam MCS untuk menyelesaikan masalah hutang-piutang,” terang Junaidi.

Tanpa rasa curiga Junaidi meluncur ke areal kebun tebu PT PSMI yang telah disepakati.

“Sebelumnya MCS memiliki utang Rp300 ribu ke saya. Saat itu saya berpikir MCS akan membayar utangnya, tapi saya malah diajak MCS ke areal kebun karet Kampung Kota Jawa. Lalu MCS mengatakan, kita sebayaran disini (kebun karet),” cerita Junaidi.

Namun tiba-tiba MCS mengambil sesuatu dari balik pinggangnya berbentuk seperti senjata api lalu memukulkannya ke muka dan punggung saya (Junaidi) berkali-kali seraya meminta saya mengaku telah melakukan pencurian.

“Kamu kemarin malam mencuri di depan rumah saya, ngaku kamu,” kata Junaidi menirukan ucapan Kakam MCS.

Saat MCS mengambil senjata tajam dan akan menusukkannya ke Junaidi, datang Didi adik MCS lantas melerai keduanya.

“Didi lalu meminta saya pergi,” kata Junaidi.

Usai kejadian tersebut saya kemudian melakukan visum, kemudia Junaidi (korban-red) lalu melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Negarabatin,” jelasnya.

Penulis: Chaikal

Tinggalkan Komentar