Beranda Daerah Korban Penganiayaan Kakam Way Kanan Lapor ke Mabes Polri

Korban Penganiayaan Kakam Way Kanan Lapor ke Mabes Polri

41
0
BERBAGI
Foto: Chikal

Portallampung.co- Junaidi (30), warga Kampung Negarabatin, Kecamatan Negarabatin, Way Kanan korban penganiayaan yang dilakukan oknum kepala kampung setempat, Marcus melapor ke Mabes Polri, Kompolnas dan DPR RI, Kapolda Lampung, Irwasda, Ditreskrimum , bahkan ke Komisi 1 DPRD Way Kanan. Pasalnya, korban mengaku hingga saat ini kasus tersebut tak kunjung ada kepastian hukum yang jelas.

“Dalam kasus tersebut saudara Ferdinan Marcus telah terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan dengan kekerasan sebagai mana yang telah di tetapkan dalam pasal 351 KUHPidana dan saudara Ferdinan Marcus telah resmi di tetapkan sebagai tersangka pada tgl 12 Juni 2018 oleh AKP Yuda Wiranegara selaku Kasatreskrim Polres Way Kanan namun tersangka sampai saat ini belum juga ditahan,” ujar Junaidi saat dikonfirmasi Portallampung,co di kediamanya, Rabu (4/7/2018).

Terpisah, anggota komisi 1 DPRD Way Kanan dari fraksi PDIP, Sahdana mengatakan, bahwa dirinya sangat menyayangkan kasus tersebut tidak mendapatkan tindak tegas dari kepolisian Polres Way Kanan padahal kasus tersebut sudah berlangsung lama.

“Menurut pengamatan saya seharusnya kasus tersebut dikenakan pasal berlapis karena melihat dari bukti-bukti yang ada,” ungkap Sahdana.

“Mudah mudahan pihak kepolisian tidak tebang pilih dan kami berharap kasus tersbut cepat terselesaikan,” jelas Sahdana..

Diberitakan sebelumnya, Junaidi (30), warga Kampung Negarabatin, Kecamatan Negarabatin, Way Kanan, Lampung diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oknum kepala kampung, Marcus.

Junaidi menceritakan, dirinya dituduh telah melakukan pencurian yang tidak pernah dilakukannya.

“Penganiayaan terjadi di Kampung Kotajawa, Kecamatan Negarabatin, Minggu (15/4/2018) sekira Pukul 19.30 WIB. Saat itu saya ditelepon mandor PT PSMI, Koriwansyah yang mengatakan ditunggu Marcus untuk menyelesaikan malasah utang-piutang,” terang Junaidi, Selasa (17/4/2018).

Tanpa rasa curiga Junaidi meluncur ke areal kebun tebu PT PSMI yang telah disepakati.

“Sebelumnya Marcus memiliki utang Rp300 ribu ke saya. Saat itu saya berpikir Marcus akan membayar utangnya, tapi saya malah diajak Marcus ke areal kebun karet Kampung Kotajawa. Lalu Marcus mengatakan, kita sebayaran disini (kebun karet),” cerita Junaidi.

Namun tiba-tiba Marcus mengambil sesuatu dari balik pinggangnya berbentuk seperti senjata api lalu memukulkannya ke muka dan punggung Junaidi berkali-kali seraya meminta Junaidi mengaku telah melakukan pencurian.

“Kamu kemarin malam mencuri di depan rumah saya, ngaku kamu,” kata Junaidi menirukan ucapan Marcus.

Saat Marcus mengambil senjata tajam dan akan menusukkannya ke Junaidi, datang Didi adik Marcus lantas melerai keduanya.

“Didi lalu meminta saya pergi,” kata Junaidi.

Usai melakukan visum, Junaidi lalu melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Negarabatin.

Penulis: Chaikal

Tinggalkan Komentar