Beranda Lifestyle Dua Alasan Seseorang Perlu Membicarakan Kesehatan Mental di Tempat Kerja

Dua Alasan Seseorang Perlu Membicarakan Kesehatan Mental di Tempat Kerja

101
0
BERBAGI
Ilustrasi (Foto: Independent)

TUNTUTAN Pekerjaan seringkali membuat karyawan menjadi stres. Bila dibiarkan bisa menjadi depresi yang pada akhirnya tidak baik bagi kesehatan mental. Oleh karenanya sangat penting untuk mengelola stres termasuk di tempat kerja

Banyak orang yang mungkin belum mau membicarakan kesehatan mental kepada orang lain. Termasuk kepada atasan atau HRD di tempat kerja. Padahal, masalah pada kesehatan mental dapat menciptakan kesulitan untuk berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain. Tentunya hal ini memberikan dampak negatif di tempat kerja.

Karyawan yang berjuang dengan kesehatan mental buruk dapat memberikan hasil kerja yang kurang optimal. Mereka kurang bisa berkomunikasi dengan rekan kerja lain maupun atasan. Belum lagi, sebuah fakta menemukan sebanyak 95% yang mengalami masalah mental harus izin tidak masuk kerja dengan alasan beragam padahal mereka hanya membutuhkan waktu beristirahat.

Pada kondisi inilah perusahaan perlu memerhatikan kondisi kesehatan mental karyawannya. Sejumlah perusahaan di Inggris contohnya, mereka telah berkomitmen untum mengubah cara karyawan berpikir dan bertindak tentang kesehatan mental di tempat kerja. Perusahaan ingin memastikan karyawan yang menghadapi masalah mental merasa didukung.

Komitmen yang sama sebenarnya bisa dicoba diterapkan oleh perusahaan di Tanah Air. Sayangnya, masih sedikit orang yang berani membicarakan masalah kesehatan mentalnya ke publik. Mereka takut dianggap tidak baik atau semacamnya.

Membicarakan kesehatan mental memang tidak mudah. Diperlukan penciptaan suasana yang mendorong seseorang berbicara secara terbuka sehingga dapat membantunya mengatasi masalah tersebut. Melansir Independent, Selasa (23/10/2018), ada 2 alasan seseorang perlu membicarakan kesehatan mentalnya di tempat kerja.

Pertama, karyawan perlu menjadi dirinya sendiri. Tak bisa dipungkiri bila terkadang di tempat kerja seseorang berusaha terlihat kuat. Namun tidak ada salahnya mengekspresikan diri sebagaimana adanya. Dengan begitu perusahaan dapat mengenali jenis karyawannya dalam memberikan bantuan.

Sebagai contoh, jika seorang karyawan membicarakan suasana hatinya kepada manajer lini atau anggota tim SDM, maka ada dua cara untuk melihat tipe karyawan. Pertama, karyawan tersebut baru mengalami masa yang sulit seperti ditinggalkan oleh orang terdekat.

Kedua, orang tersebut mungkin saja secara alami cenderung merasa buruk karena keyakinan tentang sejarah genetik mereka atau gagasan memiliki kepribadian depresif. Pemahaman itulah yang kemudian bisa membantu mengatasi masalah.

Alasan lain pentingnya membicarakan kesehatan mental di tempat kerja adalah pentingnya perhatian dari perusahaan tentang kesehatan mental karyawannya. Apabila karyawan mengatakan dirinya stres dengan pekerjaan kepada atasan, maka giliran atasan untuk mengevaluasi beban kerja dan membantu mencari solusi untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. (*)

Tinggalkan Komentar