Beranda Bandar Lampung GAK Mengalami 232 Kali Kegempaan Letusan

GAK Mengalami 232 Kali Kegempaan Letusan

112
0
BERBAGI
Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. (Foto:Dok/Ist)

Portallampung.co- Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, sepanjang pengamatan pada Rabu 24 Oktober hingga Kamis dini hari tadi mengalami 232 kali kegempaan letusan. Visual malam hari dari kamera CCTV teramati sinar api dengan lontaran material pijar tinggi 100–200 meter di atas puncaknya.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam rilis di Bandar Lampung, Kamis (25/10/2018), meneruskan laporan petugas Windi Cahya Untung dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau periode pengamatan Rabu 24 Oktober 2018 pukul 00.00 sampai 24.00 WIB, terdengar suara dentuman dan dirasakan getaran dengan intensitas lemah hingga kuat di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau (kaca dan pintu di pos bergetar).

Gunung api di dalam laut dengan ketinggian 338 meter dari permukaan laut itu selama pengamatan visual gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah utara, timur laut, timur, dan selatan. Suhu udara 24-34 derajat Celsius, kelembapan udara 68–100 persen, dan tekanan udara 0–0 mmHg.

Aktivitas kegempaan letusan 232 kali, amplitudo 38–58 mm, durasi 29–102 detik. Vulkanik dangkal 9 kali, amplitudo 7–40 mm, durasi 10–14 detik. Vulkanik dalam 6 kali, amplitudo 38–50 mm, S-P 1–2 detik, durasi 8–20 detik. Tremor menerus 3–31 mm (dominan 7 mm).

Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah. (*/okz)

 

Tinggalkan Komentar