Soal Pemotongan Dana Operasional, KPPS Pugung dan Kecamatan Semaka Ikut Bersuara

Tanggamus – Setelah terkuaknya indikasi pemotongan dana operasional disejumlah KPPS. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara di dua kecamatan yakni; Kecamatan Pugung dan Semaka pun ikut bersuara.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun portallampung.co, petugas KPPS asal Kecamatan Pugung mengaku hanya menerima dana operasional sebesar Rp.1,850 juta/ TPS. Padahal, jumlah TPS dikecamatan itu adalah sebanyak 187 TPS. “Masalah ini harus diusut tuntas agar ada efek jera,” ujarnya kepada portallampung.co

Demikian halnya, anggota KPPS Kecamatan Semaka yang mengaku sangat kecewa dengan merebaknya indikasi pemangkasan dana operasional untuk KPPS. Menurutnya, kerja keras yang telah mereka berikan ternyata tak mendapat apresiasi yang baik.

“Kami berharap agar masalah ini segera diselesaikan agar tidak ada lagi masalah seperti ini kedepannya”.

Sementara itu, ditempat terpisah, Staf Pengelola Keuangan KPU Tanggamus, Abdul Faqih yang sempat disomasi oleh sejumlah PPK di Tanggamus melalui LBH setempat menegaskan bahwa keterangan yang ia berikan bukan atas nama pribadi.

“Saya apresiasi tentang klarifikasi ini. Saya memberikan keterangan itu bukan atas nama pribadi saya sendiri. Saya berbicara atas perintah Sekretaris KPU Tanggamus selaku kuasa pengguna anggaran didampingi bendahara. Saya bicara itu memperlihatkan atas persetujuan kuasa pengguna anggaran, itu saja yang perlu saya klarifikasi,” terang Abdul Faqih.

Sebelumnya, sejumlah KPPS di Kabupaten Tanggamus mengaku menerima dana operasional untuk pelaksanaan pemilu dengan jumlah yang bervariasi. Dana operasional yang mereka terima ini belakangan diketahui jauh lebih kecil dari alokasi anggaran yang telah ditetapkan.

Hal ini juga ditegaskan oleh Abdul Faqih selaku staf keuangan KPU Tanggamus ketika dikonfirmasi, ia bahkan menjelaskan bahwa tidak ada revisi anggaran karena revisi menjadi kewenangan KPU pusat.

Belakangan, apa yang disampaikan Abdul Faqih ini menuai reaksi dari PPK melalui LBH Tanggamus yang melakukan somasi terhadap Abdul Faqih. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *