Teror Para Kriminal di Flyover Pahoman

Entah sudah yang keberapa kalinya, begal beraksi di flyover Pahoman. Kawanan Jambret pun kerap menjadikan jalan layang ini sebagai ‘lahannya’. Hebatnya para kriminal ini beraksi di flyover yang berada tak jauh dari Mapolresta Bandar Lampung dan dua sektor markas kepolisian serta markas Brimob

Bandar Lampung – Seperti biasa dini hari itu, Andriani, warga Sukarame, bertolak dari rumahnya di Sukarame menuju ke tempat kerjanya. Sebagai petugas kebersihan penyapu jalan, rute flyover Pahoman yang membelah Jalan Gatot Subroto, diantara dua jalan; Jalan Gajahmada dan Jalan Ir. Juanda, itu adalah jalur yang biasa ia lewati setiap menjelang subuh.

Tapi, subuh itu (29/3) menjadi musibah buatnya, kawanan begal menodongnya dengan pistol rakitan dan bahkan memukul wajah Andriani dengan gagang senpi rakitan. Tak berdaya dan takut, Andriani akhirnya merelakan sepeda motor maticnya dibawa begal.

Tak ayal apa yang dialami Andriani mendadak jadi bahasan serius ketika apa yang ia alami diunggah di media sosial, berikut foto wajahnya yang lebam akibat dipukul kawanan begal.

 

Wajah Andriani yang lebam akibat dipukul dengan gagang senpi rakitan oleh pelaku begal yang merampas sepeda motornya. foto: ist

Dari sini juga akhirnya terungkap, jika flyover yang membentang sepanjang 585 meter itu merupakan daerah rawan yang ironisnya justru berada di tengah kota, banyak netizen yang akhirnya membuka cerita-cerita kriminal yang pernah mereka alami ketika melintas di atas jalan layang itu.

Tak hanya dini hari yang memang sepi, seorang warga bahkan pernah dijambret saat malam hari saat melintas di flyover itu. Satu unit ponselnya pun melayang dibawah ancaman pisau,”masih untung cuma hape,” ujarnya.

Kasus kriminal lainnya, bahkan pernah seorang ibu beserta anaknya harus mengalami luka parah setelah dijambret. Padahal, kejadiannya belum terlalu malam. Motornya dipepet hingga terjatuh, para penjahat itu kemudian merampas tas berisi uang dan ponselnya, sementara korbannya tak berdaya karena menderita luka yang cukup parah.

Berderet kasus kriminal lainnya juga terjadi di flyover ini, beberapa lainnya bahkan pernah punya pengalaman berhasil meloloskan diri saat nyaris dibegal di jalan itu.

Tim Portallampung.co mencoba beberapa kali mengamati jalan layang itu, bentangannya yang lumayan panjang memang amat memungkinkan terjadi tindak kriminalitas. Saat larut malam, sering pula terlihat sekawanan remaja yang menjadikan flyover itu sebagai tempat tongkrongan, beberapa diantaranya bahkan sedang menenggak minuman keras.

Ironisnya, jalan layang ini berada justru tak jauh dari Mapolresta Bandar Lampung, apalagi dengan Markas Brimob yang berada dibawah jalan layang ini. Hanya beberapa kilo dari flyover itu pula ada Markas Polsek Tanjungkarang Timur di Jalan Dr. Harun, pun juga di Jalan Gatot Subroto ada pula Markas Polsek Telukbetung Selatan.

Di tempat lain, Polsek Tanjungkarang Timur bahkan sudah memetakan daerah ini sebagai salah satu daerah rawan kriminalitas, dan menggiatkan patroli di ruas ini khususnya malam hari, tapi para penjahat ini seperti sudah paham akan situasi.

Beberapa warga di sekitar Jalan Gajahmada pun mengakui aksi kejahatan kerap kali terjadi di jalan itu, khususnya malam hari,”sebenarnya sering polisi patroli lewat di flyover itu, tapi mungkin begalnya sudah baca situasi. Apalagi disana kalau tengah malam suka banyak anak-anak abege nongkrong diatas itu,” tutur Sahmin salah seorang warga.

Keberadaan Markas Brimob di tempat itu tak juga membuat para penjahat itu ciut, aksi yang mereka lakukan di flyover ini terbilang berani dan nekad,”pernah ada ibu-ibu kena jambret, dia mau kejar jambretnya yang kabur ke arah antasari (Jalan Pangeran Antasari, red) tapi nggak terkejar,” tutur warga lainnya.

Fadliansyah warga Jalan Gajahmada juga mengakui hal itu, ia tak tahu pasti kenapa ruas flyover itu menjadi lahan aksi para pelaku kejahatan,”padahal kalau dipikir, flyover itu ditengah kota dan dekat dengan markas kepolisian”.

Ia menilai perlunya patroli rutin di ruas-ruas jalan yang rawan kriminalitas, sehingga aksi-aksi kejahatan dapat diminimalisir,”kawanan penjahat ini seperti sudah tidak memiliki rasa takut lagi sepertinya”. (msr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *